polres sukabumi kota

Laman

jjj

SEKSI TEKNOLOGI DAN INFORMASI POLRES SUKABUMI KOTA

Selasa, 06 Desember 2011

PELATIHAN PENANGANAN KORBAN KECELAKAAN


Jajaran Satuan Lalu lintas dan petugas Patroli Kendaraan Quick Respons bekerja sama dengan Pt. AK Jasa Raharja dan Rumah Sakit melaksanakan Pelatihan Penanganan korban Gawat Darurat Kecelakaan Lalu lintas di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota.

Jumat, 02 Desember 2011

GAMBAR KEGIATAN POLRES SUKABUMI KOTA


Kegiatan Silaturrahmi Kapolres Sukabumi Kota AKBP Witnu U Laksasana S.Ik dengan para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota, dalam acara tersebut Bapak Walikota Sukabumi H. Moch Muslikh Abdussykur memberikan sambuatan.






Senin, 14 November 2011

Polisi Sukabumi Sita Ratusan Liter Bahan Baku Tuak


SUKABUMI KOTA – Jajaran Polsek Citamiang - Polres Sukabumi Kota menyita  ratusan liter yang diduga bahan baku tuak di Jl. RH Didi Sukardi  Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, sabtu kemaren.
Saat disita, barang yang diduga tuak sebanyak 370 liter itu disimpan dalam tujuh ember besar  dan jeriken di  Cape milik warga Jl. RH Didi Sukardi  Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi Kapolsek Citamiang Kompol Maksum Rosidi  membenarkan  kasus tersebut.  Sedangkan   barang  yang diduga bahan Tuak diamankan di Mapolsek Citamiang untuk diperiksa.
Bahan baku Tuak adalah Nira, yang  sebenarnya sebagai bahan baku membuat  gula, namun ternyata terjadi keresahan warga masyarakat, karena disalah gunakan untuk mabuk-mabukan setelah dicampur / dioplos dengan miras.


ASMAUL HUSNA (Nama-Nama Allah Yang Baik)



Berikut cara untuk membersihkan hati kita dari belenggu-belenggu yang menghitamkan hati :

1. Ambillah wudhu, bersihkan semua tubuh kita dari dosa-dosa yang telah kita perbuat.

2. Lakukan Sholat Tobat dan akui semua kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini, minta ampun pada Allah, biarkan air matamu mengalir karena sesungguhnya air mata itu dapat memadamkan api neraka jahannam. (Al Hadist)

3. Mintalah kepada Allah untuk dibukakan hati dan pikiran kita agar hidayah Allah bisa masuk kedalam hati kita.

4. Ucapkan Istigfar berulang kali
Ucapkan dari hatimu yang paling dalam, jangan hanya dibibir saja, tapi resapi setiap ucapan itu. Coba tarik nafas dalam-dalam kemudian lepaskan, ulangi hingga anda merasa nyaman.

5. Kemudian mulailah Berzikir, menyebut nama-nama Suci Allah

Zikir tidak tergantung dari berapa banyak jumlah anda melakukannya, tapi keikhlasan hati anda dalam mengucapkannya yang penting. Resapi setiap lafaz zikir yang anda ucapkan, biarkan nama-nama Allah itu mengalir dalam aliran darahmu, cobalah temukan getarannya disana. Telaahlah kembali Surat Al A`raf ayat 172. Sebuah makna yang teramat dalam akan jelas memancar daripadanya bahwa : Ketika jiwa manusia mengangguk mengakui Allah sebagai Tuhannya, maka saat itulah sifat-sifat Tuhan Yang Suci dan Mulia, akan memancar dalam GOD SPOT nya.

Manfaat Asmaul Husna antara lain:

Terhindar dari sifat pelupa
Memperoleh berkah
Terhindar dari penyakit
Disenangi dan dicintai orang lain
Terbebas dari penyakit jasmani dan rohani
Dianugerahi kewibawaan dan kemuliaan
Terhindar dari bentuk Kekejaman dan Kekerasan
Dikaruniakan kemampuan untuk menundukkan musuh
Dikaruniai anak oleh Allah
Diampuni dosa dan kesalahan oleh Allah SWT
Dilapangkan rezeki dan memperoleh kesuksesan dalam usaha
Mampu menghilangkan kebiasaan buruk
Mampu mengendalikan amarah

Berikut adalah beberapa terjemahan dalil yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadis tentang asmaa’ul husna:

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaa’ul husna (nama-nama yang baik).” – (Q.S. Thaa-Haa : 8 )

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” – (Q.S Al Israa’: 110)

“Allah memiliki Asmaa’ ulHusna, maka memohonlah kepadaNya dengan menyebut nama-nama yang baik itu…” – (QS. Al A’raaf : 180)

Nabi saw. bersabda: “Allah itu memiliki sembilan puluh sembilan nama yang bagus. Barang siapa yang mampu menghafalnya, maka dia akan masuk surga. Sesungguhnya Allah itu ganjil dan Dia menyukai yang ganjil.” – (H.R. Abu Hurairah ra)

JADWAL PEMBACAAN ASMAUL HUSNA DI POLRES SUKABUMI KOTA :

Setiap selesai Apel Pagi di Lap. Apel Mapolres SUKABUMI KOTA

Setiap Ba’da Shalat Dzuhur berjamaah di Mesjid At-Taqwa SUKABUMI KOTA

Kamis, 10 November 2011

AKBP Witnu Urip Laksana, M.Si, Jabat Kapolres Sukabumi Kota

SUKABUMI KOTA - Setelah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Kota selama 18 bulan AKBP. Anwar S.Ik., M.Si, menyerahkan tongkat komandonya kepada penggantinya AKBP Witnu Urip Laksana, M.Si,
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Inspektur Polisi (Irjen Pol) Drs. Putut Eko Bayususeno Rabu (02/11) melantik jabatan Kapolres Sukabumi Kota sekaligus melantik 7 (tujuh) Kapolres dan beberapa pejabat utama di Aula Muryono Polda Jabar.
Kini, AKBP Anwar S.Ik., M.Si, menempati tugas barunya sebagai Kapolres Cimahi Sedangkan penggantinya AKBP Witnu Urip Laksana, M.Si, sebelumnya menjabat di Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.
Acara Malam Pisah Sambut dilaksanakan Jum’at malam (04/11) di gedung Anton Sudjarwo Secapa Polri Sukabumi kemudian pagi harinya Sabtu (05/11) pukul 09.30 dilaksanakan Farawell Parade di halaman Mapolres Sukabumi Kota.

Selasa, 01 November 2011

10 Hari Operasi Antik, belasan Pengedar Narkoba diringkus Polisi

Para tersangka pelaku Pengedar Narkoba yang berhasil diringkus Polisi


SUKABUMI KOTA – Polres Sukabumi Kota menggelar Operasi Antik (Anti Narkotika) yang dilaksanakan selama sepuluh dari terhitung mulai tanggal 19 s.d. 29 Oktober 2011 berhasil meringkus dua belas pengedar narkoba jenis shabu-shabu dan ganja.
Dari tangan tersangka, sejumlah barang bukti seperti sabu-sabu dan beberapa paket daun ganja kering berhasil disita Polisi..
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Anwar, S,iK, MS.i didampingi Kabag Ops Kompol Sumarta Setiadi SH, MH mengungkapkan, dengan tertangkapnya para tersangka pengedar dan pengguna Narkoba, sedikit banyak mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Diguyur Hujan deras Sampah Penuhi Jalan Kota Sukabumi.

Seorang Polisi Peduli membersihkan sampah di jalan.


SUKABUMI KOTA – Hujan deras selama semalaman, membuat sampah dari drainase memenuhi jalan-jalan protokol kota dan pemukiman penduduk Kota Sukabumi, sampah berserakan memenuhi badan sejumlah jalan protokol kota. Jalan Perintis Kemerdekaan, Jl Mesjid alun-alun utara, jalan A. Yani dan Jalan Sudirman serta sudut jalan lainnya di wilayah Kota Sukabumi.
Sampah yang berasal dari saluran air dan selokan yang meluap, ini semua terjadi akibat kurang sadarnya warga masyarakat yang seenaknya membuang sampah ke saluran air, padahal Pemerintah sudah menyediakan tempat penampungan sampah yang setiap pagi dan sore diangkut oleh armada dinas kebersihan Kota Sukabumi.

Selasa, 25 Oktober 2011

Kapolres Sukabumi Kota meresmikan gedung baru Mapolsek Gunungpuyuh



SUKABUMI KOTA - Kapolres Sukabumi Kota meresmikan gedung baru Mapolsek Gunungpuyuh di Jalan Merbabu No. 7 Tanjungsari Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi Selasa (25/10) pagi.

Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasasti dan penguntingan pita oleh Kapolres Sukabumi Kota AKBP Anwar, S.iK, M.Si didampingi Ibu Ketua Bhayangkari cabang Polres Sukabumi Kota, Kapolres kemudian melakukan pembukaan kunci pintu kantor dan peninjauan ruangan diikuti tamu undangan, Mapolsek Gunungpuyuh baru selesai dibangun oleh Polda Jabar dengan anggaran Dinas .

Dengan diresmikannya Mapolsek tersebut diharapkan kinerja Kapolsek dan seluruh personil di Polsek Gunungpuyuh semakin bertambah optimal karena bangunan kantor yang baru dan lokasinya cukup luas jelas Kapolres dalam sambutannya.

Acara persemian juga dihadiri oleh undangan dari instansi pemerintahan kota Sukabumi, tokok pemuda, ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

Kapolres menuturkan efektifnya jumlah personil di Polsek Gunungpuyuh 84 personil. Saat ini jumlah personil baru mencapai 37 personil. "Jadi masih butuh banyak personil untuk pelayanan kepada masyarakat," tuturnya.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Copet Muntah-muntah di Angkot diringkus

Hati-hati dan waspadalah terhadap aksi pencopetan


SUKABUMI KOTA – Kawanan pencopet yang biasa berpura-pura muntah-muntah, untuk mengalihkan perhatian korbannya, dibekuk polisi beberapa saat usai mencopet dompet mahasiswi di angkutan kota jurusan Cisaat- Sukabumi Jum’at kemaren.

Korban MIA, warga Kec Lembur situ Kota Sukabumi berteriak keras saat mengetahui dompetnya dicopet. ” bersamaan dengan itu ada petugas polisi sehingga pelaku dapat diringkus dengan bantuan masyarakat.

Aksi pencopetan yang dilakukan tersangka berlangsung sekira pukul 14.00, saat korban naik angkutan kota mau pulang usai kuliah. Di tengah perjalanan, tersangka yang duduk bersama temannya mendadak muntah kemudian tubuhnya dirapatkan ke tubuh korban. Setelah muntah beberapa menit, tersangka minta turun.
Korban Mia, mengaku sadar jika dompetnya yang berisi uang telah lenyap , Tanpa pikir panjang, korban berteriak minta tolong, hingga berhasil ditangkap polisi dibantu masyarakat.

Kelima pelaku masing-masing RA (27), NJ (28), NA (25) dan BA (24) warga Kp Rambutan Rt 02/04 Kel Cilodong Kec Cilosong Kota Bogor dan SA (21) warga Jl Mekarsari RT 02/05 Kel Ceremekar Kec Cibinong Kota Bogor

Tersaangka NA, saat diperiksa di Polsek Cisaat mengakui, aksi kejahatan yang dilakukan di dalam angkutan kota sudah sering dilakukan . ” Modus kejahatan yang dilakukan pura-pura muntah di dalam angkot,” kata dia. ( HM)

Kamis, 06 Oktober 2011

PNS Curi Truck ditangkap Polisi

BB.Truck Dinas Kebersihan yang sudah dirubah warna catnya oleh pelaku.

Kedua Pelaku, DH dan HH

SUKABUMI KOTA - Dua orang pencuri truk sampah milik Dinas Pengelolaan Persampahan, Pertamanan, dan Pemakaman (DP4) Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (5/10), dibekuk polisi. Salah satu pelaku berinsial DH (42) yang merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Kebersihan Kota Sukabumi , karena cukup alasan dan terbukti sebagai pelaku utama dalam melakukan pencuriaan mobil dinas (mobdin) berupa truck angkutan sampah.
Selain mengamankan tersangka DH, petugas pun turut mengamankan seorang pelaku lainnya, HH (43), warga Kec. Warudoyong Kota Sukabumi. Dari kedua tersangka petugas mengamankan satu mobil sampah yang sempat dicuri pelaku dan sudah berubah warna catnya, kedua pelaku diamankan petugas Reskrim Polsek Citamiang, Rabu (5/10).

Informasi yang dihimpun di Mapolsek Citamiang menyebutkan, terungkapnya aksi ini bermula dari pengembangan keterangan saksi-saksi. Setelah petugas melakukan penyelidikan ke lapangan, kedua pelaku, di antaranya DH yang juga petugas di lingkungan DP4 ternyata menjadi otak melakukan aksi pencurian mobdin tersebut. DH mengaku terpaksa mencuri mobil milik dinas tempatnya bekerja bersama rekannya karena kepepet kebutuhan biaya persalinan istrinya ketiganya.

Sementara itu, Kapolsek Citamiang, Komisaris Polisi Saryono membenarkan, petugas meringkus kedua pelaku pencurian mobdin angkutan sampah milik DP4 Kota Sukabumi. "Setelah dilakukan pengembangan, ternyata mengarah pada DH yang juga pegawai DP4," ujarnya.

Kamis, 29 September 2011

Polisi selalu Jaga Kota Sukabumi Agar Aman

SUKABUMI KOTA- Guna mengantisipasi kemungkinan keluar masuknya pelaku terror bom yang berusaha bersembunyi di wilayah Sukabumi, aparat Polres Sukabumi Kota terus meningkatkan kewaspadaan dan menggelar operasi di lapangan. Operasi dilakukan di beberapa pintu masuk menuju Kota Sukabumi, baik dari arah Cianjur maupun dari arah Bogor, termasuk jalur menuju selatan Kab. Sukabumi.

Berdasarkan pemantauan di ruas jalan yang menjadi konsentrasi petugas untuk melakukan patroli di antaranya dari arah Cianjur di ruas Jalan Raya Sukaraja, tepatnya di depan Mapolsek Sukaraja. Sedangkan di ruas jalan menuju beberapa daerah di selatan Kab. Sukabumi dikonsentrasikan di ruas Jalan Raya Baru Lingkar Selatan (Lingsel) Kota Sukabumi.

Dalam operasi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB, petugas gabungan yang terdiri dari unsur intelijen, reskrim serta lantas dan Sabhara Polresta Sukabumi memeriksa bagasi mobil boks dan mobil pribadi yang melintas di dua ruas jalan raya tersebut.

Guna mencegah kemungkinan lolosnya pelaku bom ke Sukabumi, petugas memeriksa mobil boks dan mobil pribadi dari dua arah menuju Sukabumi. Pasalnya tak menutup kemungkinan pelaku bom yang tengah dicari-cari sekarang berusaha bersembunyi di Sukabumi.

"Operasi secara rutine ini diharapkan mampu mencegah kemungkinan pelaku lolos ke wilayah Sukabumi. Yang pasti upaya yang dilakukan saat ini ialah sebagai langkah antisipasi cegah dini," ujarnya.

Menurut Sumarta, walaupun belum ada tanda-tanda mencurigakan pelaku bom masuk wilayah Sukabumi, namun petugas intensif melakukan patroli secara stasioner di ruas jalan menuju perkotaan Sukabumi maupun beberapa daerah di selatan Kab. Sukabumi. "Petugas hingga menggiatkan patroli ke lapangan," ungkap Kabag Ops.

ACARA SARESEHAN DI POLRES SUKABUMI KOTA

SUKABUMI KOTA- Kepolisian Resor Sukabumi Kota, hari Rabu, 28 September 2011, bertempat di Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota, menyelenggarakan Saresehan Komunitas Radio Frekuensi dan Media. Saresehan tersebut, dibuka secara resmi oleh Wakapolres Sukabumi Kota, Kompol Ferry Irawan, S.Ik.

Dalam kesempatannya, Wakapolres Sukabumi Kota, menyampaikan sambutan Kapolres Sukabumi Kota, diantaranya menjelaskan, bahwa saresehan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan saresehan, yang dilakukan oleh Polda Jabar, beberapa waktu yang lalu.

Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya menjalin kerja sama, antara Polres Sukabumi Kota, dengan Komunitas Radio Frekuensi dan Media, yang ada di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, kususnya dalam upaya menciptakan suasana kondusif wilayah Kota Sukabumi, umumnya wilayah Provinsi Jawa Barat, yakni aman, tenteram, tertib dan damai.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Sukabumi, Hedi Suhaedi mengatakan, untuk menciptakan suasana kondusif wilayah, kebebasan pers harus terarah, konseptual dan profesional, serta tidak meresahkan warga masyarakat.

Kegiatan yang mengambil tema, Melalui Saresehan Komunitas Radio Frekuensi dan Media Tingkat Polres Sukabumi Kota, kita jalin komunikasi yang baik dan kerja sama yang sinergis, guna mewujudkan kemitraan Polri dan masyarakat yang solid ini, menampilan tiga orang nara sumber. Antara lain, Kepala Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi, H. Oscar Lesnussa, S.H., M.M., menyampaikan materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Sumarta Setiadi, S.H., M.H., menyampaikan materi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, Tentang Informasi teknologi (IT), dan Kasat Binmas Polres Sukabumi Kota, AKP Dedi Heryatna, menyampaikan materi Tentang Peranan Balai Monitoring Dalam Penggunaan Frekuensi Radio.

Sedangkan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari para Kabag, para Kasat, dan para Kapolsek di Lingkungan Polres Sukabumi Kota, jajaran pengurus dan anggota PWI Kota dan Kabupaten Sukabumi, KWRI Kota dan Kabupaten Sukabumi, FIJAR’S Kota dan Kabupaten Sukabumi, ORARI Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta RAPI Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 jam, tepatnya dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB ini, diakhiri acara tanya-jawab, antara para peserta dengan para nara sumber.

Kamis, 22 September 2011

Lagi, Penjual Togel Ditangkap Polisi

Sukabumi Kota - Keberadaan judi toto gelap (togel) di Kota Sukabumi masih marak. Hal itu terlihat dari penangkapan para penjual togel di Sukabumi yang terus terjadi, Rabu (21/9) kemaren tiga penjual/pengecer judi togel masing-masing Aang, Suh dan US ditangkap Polisi
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Anwar, S.Ik., M.Si.,melalui Kasatreskrim AKP E. Kuswaha menjelaskan penangkapan terhadap para pelaku judi togel sudah masuk incaran berdasar informasi yang masuk untuk ditangkap bersama barang buktinya.
Dengan tindakan itu, ketiga pelaku terancam pasal 303 KUHP dengan hukuman maksimal sepuluh tahun penjara karena dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai mata pencarian.
'' Kepada segenap masyarakat, kami juga berharap ikut berperan aktif dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat) yang ada di lingkungannya dengan melaporkan ke polisi secara langsung atau SMS Polri melalui nomor 1120 '' imbuh Kapolres.

Tiga pelaku judi togel Aang, Suh dan US ditahan Polisi

Apel Besar Pecinta Tertib Lalulintas

Sukabumi Kota – Walikota Sukabumi H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengingatkan masyarakat pengguna kendaraan agar tetap mematuhi aturan lalu lintas. Selain kelengkapan kendaraan, perilaku pengendara di jalan menjadi faktor penentu keselamatan berkendara. Hal itu ditegaskannya dalam Apel Besar Masyarakat Pecinta Tertib Lalu Lintas (MPTL) dalam rangka Hari Ulang Tahun Korps Lalu Lintas ke 56 di Lapang Merdeka Sukabumi, Kamis (22/09).
Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta Upacara yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Pol PP, Ormas, gabungan Pelajar serta pengendara dari berbagai organisasi otomotif di Sukabumi.
Walikota menyatakan, lalu lintas menjadi perhatian penting. Untuk itu, setiap pengguna jalan, organisasi otomotif diharapkan mampu menjadi motivator untuk menekan meningkatnya angka kecelakaan. ‘Berkendaraan harus dinikmati. Kalau perjalanan sudah menyenangkan. Pengendaranya cinta pada kendaraannya, kecelakaan lalu lintas minim terjadi,’ demikian dalam sambutannya.
Ia menyatakan, kelengkapan kendaraan dan berkendara seperti helm yang merupakan implementasi dari safety riding, diharapkan tidak hanya sekadar formalitas. Namun hal itu, harus dibarengi dengan sikap dan perilaku pengendara di jalan. ‘Perilaku di jalan tentukan keselamatan,’ ujar Walikota Sukabumi.
Pemerintah berharap akan semakin banyak kelompok yang mengerti dan memahami tertib lalu lintas. “Dengan semakin banyaknya kelompok yang tertib berlalu lintas, maka semakin angka kecelakaan lalu lintas menurun. Keberadaan organisasi otomotif diharapkan dapat memotifasi setiap kegiatan yang positif dan tentunya berperan serta didalam membantu aparat Kepolisian dalam memerangi pengguna jalan yang ugal-ugalan dan Genk Motor di Sukabumi,” tuturnya.


Walikota Sukabumi H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. bertindak sebagai IRUP

Tamu Undangan Upacara

Peserta Upacara

Peserta Upacara ( pelajar) Pingsan dan dipandu oleh petugas yang sudah dipersiapkan.

UPACARA PENGIBARAN BENDERA HARI KESADARAN NASIONAL GABUNGAN

SUKABUMI KOTA - Upacara Pengibaran Bendera Hari Kesadaran Nasional, Gabungan Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi, TNI dan Polri, berlangsung hari Senin, 19 September 2011, di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Anwar, S.Ik., M.Si., dengan Komandan Upacara, Kapolsek Ciberueum, AKP Nanang Rahmat Subarna.

Selanjutnya Pengibar Bendera, Pokibra Polres Sukabumi Kota, Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Aipda Jajat Munajat, Pembaca Teks Sapta Marga, Serda Suherman, Pembaca Teks Tri Brata, Bripda M. Ilham Maulana, Pembaca Teks Panca Prasetya Korpri, Hari Purnomo, dan Korsik, Gema Marching Band Korpri Kota Sukabumi.

Sedangkan peserta upacara, terdiri dari Pokma Pama Gabungan TNI dan Polri, Setukpa Polri, Polres Sukabumi Kota, Polres Sukabumi, Kodim 0607 Sukabumi, Yonif 310 Kidang Kancana, Yon Armed 13 Nanggala, Sub Balak Aju, Gabungan Korpri Pemda Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi, Korpri Unit Setukpa Polri dan Polres Sukabumi Kota, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya, Kapolres Sukabumi Kota mengatakan, Upacara Pengibaran Bendera Hari Kesadaran Nasional, Gabungan Pemerintah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, TNI dan Polri, yang dilaksanakan pada hari Senin, 19 September 2011 ini, dinilai berbagai kalangan sangat positif, khususnya dalam mempererat jalinan silaturahmi dan koordinasi, antara aparat Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta TNI dan Polri.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi, Kepala Setukpa Polri, unsur Koordinasi Pimpinan Daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota dan Kabupaten Sukabumi, Dadim 0607 Sukabumi, Dan Yonif 310 Kidang Kancana, Dan Yon Armed 13 Nangga, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta undangan lainnya.

Usai Upacara Pengibaran Bendera, dilanjutkan pertandingan olahraga persahabatan, antara TNI dan Polri, serta Korpri Kota dan Kabupaten Sukabumi, yakni olahraga Bola Volly bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Remaja Merdeka Kota Sukabumi, dan olahraga Futsal di GOR Futsal Liverpool Kota Sukabumi.

Jumat, 16 September 2011

Polres Sukabumi Kota Ringkus Sindikat Pencuri Accu BTS

SUKABUMI - KOTA - Jajaran Sat reskrim Polres Sukabumi Kota berhasil meringkus tiga orang sindikat pencuri accu tower Base Transceiver Station (BTS). Dari tangan ke tiga tersangka polisi berhasil mengamakan 24 (duapuluh empat) buah accu.

Ketiga pelaku pencurian tersebut adalah ROH (21) warga Jl Panembakan Selatan,Babakan sari No.21 Rt.09/09 Kel Pada Suka Cimahi, AS (36) warga Jl,Bhayangkara Sukabumi dan O (21) warga Kel Nyomplong Kec Warudoyong Kota Sukabumi.
Sementara itu tersangka MO mengaku dirinya yang merencanakan pencurian Accu di BTS Pasundan Nymplong tanggal 5 September siang, kemudian menjual accu tersebut dengan harga Rp. 300.000,00 X 24 buah, Jumlah keuntungan sebesar Rp. 7.200.000,00 tersebut langsung dibagi rata setelah dikurangi biaya operasional.

"Uang hasil penjulan tersebut langsung kita bagi rata setelah dikurangi biaya operasi. Uang tersebut rata-rata kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kami sehari hari," ujar MO yang dalam keseharianya bekerja sebagai tekhnisi perusahaan Telepon Seluler ini.

Akibat perbuatan ini, empat tersangka pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 ke-3, 4, dan 5 serta ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun.

Tiga Tersangka Pelaku Pencurian ACCU BTS

Barang bukti ACCU BTS

Polisi gelar Rekonstruksi kasus pembunuhan Annisa


SUKABUMI – KOTA – Jajaran Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota melaksanakan Reka Ulang (rekonstruksi) Kasus pembunuhan Annisa (21), warga Kampung Cinyosog Desa Undrusbinangun Kecamatan Kadudampit Rabu (14/09) siang kemaren. Pelaku pembunuhan yang tak lain suaminya sendiri bernama Herman diduga telah merencakan pembunuhan ini. Itu terlihat dari rekontruksi, pelaku sengaja ‘menggiring’ istri keduanya itu ketempat sepi yakni areal perkebunan dekat Sungai Cipada Kecamatan Kadudampit Kab. Sukabumi.
Pelaku Herman alias Kutil didampingi pengacaranya memperagakan aksinya disaksikan aparat Kepolisian dan masyarakat berjalan lancar dan aman.





Kamis, 01 September 2011

Mayat Tanpa Identitas tersangkut di Sungai Cimahi Sukabumi

SUKABUMI KOTA – Mayat pria tanpa identitas ditemukan tersangkut di bebatuan Sungai Cimahi RT 52/11 Desa Cibolangkaler Kec Cisaat Kab Sukabumi Rabu sekitar pukul 07.30. kemaren
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Unit Identifikasi Satreskrim Polres Sukabumi Kota mayat yang diperkirakan berusia 30 tahun itu, diduga tewas beberapa hari sebelum ditemukan warg, kondisi yang didapat pada tubuh mayat tersebut dalam keadaan membengkak dan menimbulkan bau busuk dan dikerubuti lalat, lebam mayat,serta lidah menjulur keluar.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi.ABDUL LATIF ketika hendak buang air besar dengan cirri-ciri berambut panjang hingga pundak,mata melotot menggunakan kaos oblong pendek warna hijau dan menggunakan celana pendek warna krem.
Setelah mengetahui kalau benda tersebut adalah mayat manusia, saksi kemudian melaporkan kepada sejumlah warga. Kabar penemuan mayat langsung menyebar dan masyarakat yang penasaran ingin melihat berdatangan ke lokasi. Lokasi yang semula sepi mendadak banyak dikunjungi warga yang sedang merayakan Idul Fitri 1 syawal 1432 H.
Kanit Sabhara Polsek Cisaat AKP Dadang Soemantri yang mendapat laporan adanya temu mayat segera dating ke lokasi kejadian diikuti oleh petugas Identifikasi. Ketika mayat diambil dari sungai tidak satupun warga yang mengenali wajah korban. Setelah dilakukan olah TKP, mayat langsung dilarikan ke RSU R. Syamsudin SH Sukabumi

SHOLAT IDUL FITRI TAHUN 1432 H DI KOTA SUKABUMI AMAN

SUKABUMI KOTA- Pelaksanaan Sholat Idul Fitri Tingkat Kota Sukabumi Tahun 1432 Hijriyah, hari Rabu, tanggal 1 Syawal 1432 Hijriyah, yang bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2011 M dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Adapun yang bertindak selaku Iman, yakni Imam Besar Masjid Agung Kota Sukabumi, K.H. Ghozali Sanusi, Khotib Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Profesor Doktor K.H. Dedi Ismatullah Machdi, S.H., M.H., serta Muroki, Ustadz Mahpud Ghozali dan Nurul Falah.

Sedangkan yang melaksanakan Sholat Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi, diantaranya Walikota Sukabumi, Wakil Walikota Sukabumi, Kapolres Sukabnumi Kota AKBP Anwar S.iK, M.Si, Pimpinan dan Anggota DPRD, para Kepala Dinas-Instansi, Ketua Tim Penggerak PKK, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, dan puluhan ribu umat Islam lainnya. Sementara tema Idul Fitri tahun 1432 Hijriyah di Kota Sukabumi, yakni Dengan hikmah Idul Fitri tahun 1432 Hijriyah, kita tingkatkan ukhuwah islamiyah dan wathoniah, serta jalinan silaturahmi antar umat beragama.

Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kota Sukabumi, Drs. H. Adang Sabarna, MAg. Menjelaskan, pelaksanaan Sholat Idul Fitri Tahun 1432 Hijriyah ini, selain dilaksanakan di Masjid-Masjid Jami, juga dilaksanakan di Tingkat Kecamatan se Kota Sukabumi. Antara lain, Tingkat Kecamatan Gunung Puyuh, dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Pasir Pogor. Adapun yang bertindak selaku Imam, Ustadz Maksum Kamiludin, dan Khotib, Ustadz Hari Ruslan, serta Tingkat Kecamatan Cikole, dipusatkan di Masjid As-Salamah Pancuran Kembang, bertindak selaku Imam dan Khotib, Ustadz Maftuhin Ahmad, S.Ag.

Selanjutnya Tingkat Kecamatan Warudoyong, dipusatkan di Masjid AL-Faizin, bertindak selaku Imam, Drs. Ujang Juwaeni, dan Khotib, Ludi Jalaludin, S.Pdi., serta Tingkat Kecamatan Citamiang, dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Citamiang, bertindak selaku Imam, Ustadz Mahdi, dan Khotib, Ustadz Hilmanudin.

Kemudian Tingkat Kecamatan Cibeureum, dipusatkan di Masid AL-Huda Cibeureum, bertindak selaku Imam, M. Tamami, dan Khotib, Ustadz H.A. Rifai, Tingkat Kecamatan Baros, dipusatkan di Halaman SDN Baros Kencana CBM, bertindak selaku Imam, Ustadz Hasan, dan Khotib, Drs. Dadang Muchyi, M.Si., serta Tingkat Kecamatan Lembursitu, dipusatkan di Masjid Besar Kecamatan Lembursitu, bertindak selaku Imam dan Khotib, Ustadz Dasep Setiawan, S.Ag.

Pelaku Pengeroyokan di Sukabumi ditahan Polisi.


SUKABUMI KOTA- Polres Sukabumi Kota mengamankan lima pemuda berandal yang diduga pelaku pengeroyokan dan penganiayaan hingga tewasnya Cepi Supian (19), Selasa (30/8/2011) dinihari.

Mereka masing-masing Dakong (23), Ucoy (19), Bango (35), Jabrig (21) dan Donal (32). Pihak kepolisian juga masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya.

Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Anwar S.iK, M.Si mengatakan setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah anggota ke tempat kejadian perkara (TKP). Guna mencari, mengumpulkan dan mendapatkan keterangan dari sejumlah saksi, polisi langsung mengamankan beberapa pemuda untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sejak tadi malam kami sudah mengamankan sejumlah pemuda yang diduga sebagai pelaku. Sekarang mereka masih dalam proses penyidikan, dan kami juga masih memburu para pelaku lainnya ke beberapa tempat," kata Kapolres Sukabumi Kota.

Mengenai kronologi kejadian, Kapolres menuturkan, berawal dari sekelompok pemuda yang menumpang motor dari Kampung Legok Nyenang melintas di TKP. Saat di TKP terjadi kesalah pahaman dengan kelompok pemuda yang berada , hingga terjadi aksi pengeroyokan.

"Masalah ini menjadi perhatian kami, karena bila tidak cepat tanggap akan terjadi gangguan keamanan yang lebih luas. Makanya kami bertindak cepat dan Alhamdulillah bisa menangkap beberapa pelaku. Insya Allah dengan adanya yang ditangkap bisa meredam amarah warga lainnya,'' tuturnya.

Sementara Ketua RW 10 Kampung Legok Nyenang, Heri Baruna menjelaskan warganya merasa kesal setelah mengetahui Cepi Supian meninggal dunia. Terlebih lagi korban yang meninggal dunia ini adalah anak baik dan tidak pernah mencoreng kampung.

"Kami dan para pembina sudah berusaha menahan amarah massa terutama para pemuda yang akan mencari para pelaku pembunuhan. Namun karena para pelaku tidak ada, massa akhirnya kembali dan di lokasi sudah ada pengamanan dari pihak kepolisian," jelas Heri
Cepi Supian (19) tewas dengan luka bacokan senjata tajam pada bagian lehernya setelah dikeroyok sejumlah pemuda di Kampung Lebak Muncang Desa Cikujang Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi, Senin (29/8/2011) malam.

Warga Kampung Legok Nyenang RT 03 RW 10 Desa Cibolang Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi itu sempat dibawa ke RSUD Sekarwangi Kecamatan Cibadak. Namun akhirnya pemuda itu tewas saat dalam perjalanan menuju rumah sakit


Senin, 22 Agustus 2011

Gelar Pasukan Ops. Ketupat Lodaya - 2011

SUKABUMI KOTA - Sebanyak 1200 personel dari Polres Sukabumi Kota dan jajaran Polsek-polsek dibantu pasukan dari Setukpa Lemdiklat Polri, TNI, Dishub, Pol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Orari/RAPI dan OKP serta potensi masyarakat lainnya siap mengamankan mudik Lebaran 2011. Untuk menunjukkan kesiapannya, pagi ini Polres Sukabumi Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2011 di Lapngan Merdeka Kota Sukabumi.

Dalam Apel Gelar Pasukan ops ketupat Lodaya 2011 dilibatkan deretan kendaraan Patwal dan kendaraan bermotor (ranmor) roda dua (R2) dari Lalu Lintas, Unit 17 kendaraan Quick Respons , Kendaraan Olah TKP, ambulance, Damkar dan ranmor lainnya, dalam kegiatan kesiapan operasi yang akan berjalan selama 16 hari, (H-7 hingga H+8 lebaran).

Dalam Gelar Pasukan tersebut, inspektur upacara Wakil Walikota Sukabumi DR. H. Mulyono, M.Si, Ka Setukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Drs. Ngadino, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Anwar, S.IK, MSi serta pejabat TNI dan sipil lainnya, menginspeksi pasukan. Bahkan Ka Setukpa meminta anggota Patwal lantas, untuk menstarter kendaraan. "Coba distarter, bisa nggak," kata Ka Setukpa kepada petugas dari Lantas. "Siap," jawab petugas tersebut dan langsung men-starter Kendaraannya dan langsung menyala.

Dalam penjelasannya Kapolres Sukabumi Kota AKBP Anwar, S.IK, MSi, Selama mudik lebaran meminta seluruh anggota untuk mewaspadai daerah rawan kemacetan di beberapa titik seperti di kawasan Cibaraja dan Mangkalaya Cisaat, Cigunung, Jalan Jend. Sudirman, Jalan Jend. A. Yani demikian juga daerah Rawan kecelakaan di serta daerah rawan kriminalitas beberapa daerah lainnya untuk menjadi perhatian dalam pengamanannya. Selain itu, polisi juga diminta menjaga dan mengamankan masyarakat yang sedang menjalankan kegiatan di tempat peribadatan, rekreasi, mall, maupun jalur utama serta objek vital dan pemukiman warga.

" Dalam Sambutan Kapolri yang dibacakan oleh inspektur upacara Wakil Walikota Sukabumi DR. H. Mulyono, M.Si kan sudah jelas, kemungkinan daerah rawan laka, rawan macet, rawan kriminalitas dan terorisme, supaya masyarakat betul-betul diamanakn secara maksimal, sehingga prediksi itu tak terjadi," jelasnya.
Usai Apel Gelar Pasukan rombongan Muspida langsung melaksanakan peninjauan Pos Pengamanan ops ketupat Lodaya 2011 di depan Super Mall Mayofil dan Terminal Kota Sukabumi. ( HM – B.20 )

Inspektur upacara Wakil Walikota Sukabumi DR. H. Mulyono, M.Si menerima Laporan.

Pemeriksaan Pasukan.


Sabtu, 20 Agustus 2011

Di Sukabumi 250 Kg Ganja Dmusnahkan

SUKABUMI KOTA – Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota memusnahkan barang bukti 250 kilogram daun ganja kering, di Lapang Merdeka Kota Sukabumi usai acara HUT RI ke-66 kemarin. “Ini merupakan BB kejahatan yang berhasil disita Kepolisian Resor Sukabumi Kota dalam berbagai razia. Kami sengaja melakukan pemusnahan ini pada peringatan HUT RI ke-66 sebagai bukti kepada masyarakat, bahwa tugas yang selama ini kita emban kita pertanggung jawabkan,” ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Anwar SIK, MSI usai proses pemusnahan Barang Bukti (BB) di Lapangan Merdeka. BB yang dimusnahkan di antaranya, 250 kilogram ganja kering, 4.000 botol Minuman Keras berbagai merek, dan 260 buah knalpot racing yang kerap dikeluhkan warga Kota Sukabumi. “Kita sudah mengajukan ke Pengadilan Negeri Kota Sukabumi terkait pemusnahan ini. Soalnya, kalau pun kita menyimpan justru akan menyulitkan pihak kepolisian sendiri,” sambung Kapolres Sukabumi Kota.
Sedangkan, untuk nominal nilai dari keseluruhan BB, Anwar mengungkapkan sekitar Rp 1,5 milyar. “Kalau kita totalkan, semua BB bisa mencapai RP 1.5 milyar. Untuk tersangka dalam kasus ganja, polres sukabumi kota baru menetapkan satu tersangka yakni Ilham alias Adit. “Kita masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan masalah kasus ini. Masih ada satu orang lagi yang masih kita incar,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurrahman mendukung apa yang dilakukan pihak Polres Sukabumi Kota. Dirinya berharap, pihak kepolisian harus lebih giat lagi memberantas peredaran barang-barang terlarang di Kota Sukabumi. “Kami berharap, Kota Sukabumi bisa terbebas dari barang haram tersebut. Sehingga, generasi bangsa kita tidak dirusak oleh barang haram tersebut,” ujarnya usai pemusnahan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.
Proses pemusnahan BB sendiri dihadiri Kepala Setukpa Polri Brigadir Jenderal Polisi Drs. Ngadino, Walikota Sukabumi H. Moh. Muslikh Abdussyukur, Wakil Walikota Sukabumi Drs. H.Mulyono, Unsur Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Dandim 0607 Sukabumi Letkol CZI Rahmat Setia Wibawa, Ketua Pengadilan Negeri Kota Sukabumi Marchellus Muhartono, Kepala Kejaksaan Negeri Sukabumi Zaenul Djafrin, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sukabumi Profesor DR. Dedi Ismatulloh dan pejabat lainnya

Walikota Sukabumi H. Moh. Muslikh Abdussyukur menggergadi Knalpot Raching.

Muspida Kota Sukabumi memusnahkan BB Daun Ganja kering dengan cara dibakar

Tumpukan Ganja kering dalam proses pembakaran.





Selasa, 16 Agustus 2011

Sosialisasi Zakat Bagi Anggota Polri dan PNS.

SUKABUMI KOTA – Diharapkan Agar seluruh Anggota Polri dan PNS di Polres Sukabumi Kota yang memeluk Agama Islam sadar akan kewajibannya dan mampu untuk membayar zakat dan Zakat fitrah tahun 2011 ini, Badan Amil Zakat ( BAZ ) Kota Sukabumi menyelenggarakan sosialisasi zakat di Aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota
Ketua BAZ Kota Sukabumi, Drs. K.H. Muchtar Ubaidillah, dan Ketua 2 BAZ Kota Sukabumi KH Drs. Idim Taufik menjelaskan dengan diadakannya sosialisasi zakat dan Zakat fitrah ini seluruh anggota Polri dan PNS Polres Sukabumi Kota dapat melaksanakan kewajiban Zakat dan penyaluran zakat fitrah ataupun zakat mal dan profesi bisa dimanfaatkan untuk membantu kaum duafa yang membutuhkan bantuan,




Tim Forensik Polres Sukabumi Kota Gali Kuburan Anisa

SUKABUMI–Polisi terus mendalami kasus pembunuhan Annisa (21), warga Kampung Cinyosog Desa Undrusbinangun Kecamatan Kadudampit. Pelaku pembunuhan yang tak lain suaminya sendiri bernama Herman diduga telah merencakan pembunuhan ini. Itu terlihat dari rekontruksi, pelaku sengaja ‘menggiring’ istri keduanya itu ketempat sepi yakni areal perkebunan dekat Sungai Cipada
Kampung Cinyosog Desa Undrusbinangun Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Di tempat inilah Annisa dijanjikan akan mendapatkan uang Rp500 ribu dari sang suami.
Kemarin, puluhan personil Polres Sukabumi Kota, dipimpin Kasatreskrim, AKP Engkus Kuswaha mengali kuburan jasad anak ketiga dari lima bersaudara ini. Jasad korban yang dikubur sedalam dua meter di areal perkebunan dekat Sungai Cipada yang berlokasi sekitar 1,5 KM dari rumah tersangka itu diperkirakan dikubur lebih dari sepuluh hari oleh suaminya sendiri Herman (21).
Penyidikan sementara, korban dibunuh dengan cara dicekik menggunakan kawat di kebun tersebut. Informasi terbaru yang didapat dari keluarga korban, (alm) Annisa saat dibunuh Herman sedang mengandung delapan bulan. Sedangkan status (alm) Annisa merupakan istri kedua Herman.
Sedangkan awal terungkapnya pembunuhan yang dilakukan Herman, itu setelah ayah korban yakni Lubis, menemukan sejumlah barang bukti seperti sandal dan kerudung milik korban di lokasi pembunuh Annisa tiga hari sebelum jasad korban ditemukan. Selain itu, pengakuan Herman sendiri yang berkali-kali didesak keluarga korban memberitahukan keberadaan Annisa yang sudah menghilang seminggu lebih.
Saat proses penggalian kuburan (alm) Annisa, petugas dibantu warga sempat kesulitan menggali kuburan (alm) Annisa. Ini lantaran cukup banyaknya batu-batuan yang diduga kuat oleh tersangka sengaja untuk menghilangkan jejak.
Begitupun saat jasad (alm) Annisa yang terbungkus karung plastik warna putih dengan kondisi badan terlentang mulai terlihat, sejumlah keluarga korban nampak begitu tegang, bahkan diantara keluarga korban dan warga lain tiba-tiba ada yang berteriak histeris seperti kesurupan.
Cukup jauhnya lokasi tempat dibunuh serta dikuburnya (alm) Annisa, tak menyurutkan rasa penasaran ratusan warga sekitar yang ingin menyaksikan secara langsung jalannya proses penggalian kendati aroma bau menyengat tercium saat jasad korban yang masih menggunakan baju stelan switer warna hitam dan terusan berwarna coklat, diangkat kepermukaan tanah.
Jasad korban terlihat dalam posisi terlentang, karena tubuh korban yang kecil terlihat perut yang membuncit. Oleh petugas jasad korban langsung dimasukan ke kantung jenazah.
Sementara itu, Herman yang berhasil dikonfirmasi di Mapolres Sukabumi Kota, kukuh mengakui kalau tindakannya itu dilatar belakangi karena sudah tidak tahan dengan sikap istri keduanya tersebut. Menurut pengakuan Herman, Annisa kerap merenggek meminta uang lebih, apalagi Annisa kata Herman sering merasa tidak diperlakukan secara adil terkait pembagian nafkah dibanding pemberian nafkah yang diberikan Herman terhadap istri pertamanya.
“Dia (Annisa) suka merasa saya perlakukan tak adil. Ujung-ujungnya dia suka mengancam akan mendatangi rumah istri pertama saya yang tinggal di Kampung Baru Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit, dan ini yang saya takutkan,” aku Herman.
Herman juga bersikukuh kalau pembunuhan terhadap Annisa, itu tidak dilakukan secara berencana. Pembunuhan istri keduanya itu pada Jumat (5/8) lalu tersebut, ia lakukan spontan setelah Annisa dijanjikan bertemu di areal perkebunan dekat Sungai Cipada.
“Waktu itu sekitar pukul 11.00 hari Jumat, saya masih kerja bangunan, tapi dia terus rewel menelepon saya, akhirnya saya janjikan uang sebesar 500 ribu tapi harus bertemu di kebun tempat dia dibunuh,” tandas Herman seraya mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dilakukannya.
Herman menceritakan, setelah mengetahui istri sudah tak bernyawa, perasaan kalut sempat dialaminya. Tak mau aksinya diketahui orang, Herman lantas menyembunyikan jasad korban diantara semak belukar di areal kebun. Setelah itu lanjut Herman, ia berinisiatif mengubur jasad korban.”Sebelum dicekik pakai kawat, saya sempat cek-cok sama dia, setelah istri saya tak bernyawa, lalu saya pulang dulu ke rumah untuk mengambil cangkul dan karung untuk mengubur jasad Annisa,” ujarnya.
Sementara Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Engkus Kuswaha mengatakan, pembunuhan yang dilakukan Herman itu diduga karena buruh bangunan ini kalap karena istrinya keduanya itu rewel meminta uang untuk lebaran sembari dibarenagi ancaman akan mendatangi ke rumah istri pertama Herman.”Dugaan sementara motif pembunuhan karena Herman kesal dan merasa terancam saat korban mengancam akan mendatangi rumah istri pertamanya,” terang Kuswaha.

Tsk. Herman, Pelaku pembunuhan


Senin, 15 Agustus 2011

Polres Sukabumi Kota Gelar Rakor persiapan Ops Ketupat 2011

SUKABUMI KOTA - Polres Sukabumi Kota gelar Rapat Koordinasi jelang OPS Ketupat Lodaya 2011 bersama instansi Pemerintah Kota dan Pemkab serta organisasi massa di Kota dan Kab. Sukabumi Sabtu (13/8) bertempat di aula Graha Rekonfu Polres Sukabumi Kota.
Rakor dipimpin langsung oleh Ka Polres Sukabumi Kota AKBP Anwar, SIK, MSI, dihadiri Walikota Sukabumi H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si, dan dari TNI yang hadir Kasdim 0607 Sukabumi, Wadanyon 310 serta Dan CPM Sukabumi, dikatakan bahwa rakor ini bertujuan untuk koordinasi dan integrasi kesiapan pelayanan publik selama bulan suci Ramadhan dan Lebaran 2011 antara polisi dan pihak instansi terkait lainnya. Seperti mulai dari trasportasi, Pemadam Kebakaran, distribusi sembako dan stok BBM bagi warga masyarakat, melindungi pemudik saat lebaran, dan pengamanan lokasi-lokasi tempat merayakan kegiatan idul fitri seperti Mall, Pemakaman, Terminal Bus, Statsion KA, lokasi Wisata, Rumah Makan, Rumah Sakit dll.
Instansi-instansi yang dilibatkan dalam Rakor seperti TNI, Dishub, Jasa Raharja, Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Kementrian Agama, MUI Dinas Kebersihandan Permakaman dan PHRI, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Balai POM, Bulog, Satpol PP, Hiswana Migas, PT. PLN, Dinas PU Bina Marga (dapat perbaiki jembatan rusak dan putus, sehingga arus transportasi publik saat arus mudik dan balik lancar) dan Organda.
Pihak Polres Sukabumi Kota nanti saat operasi Ketupat mengawasi daerah rawan criminal maupun rawan Kecelakaan/ Kemacetan Lalu lintas dan akan dibangun Pos Pengamanan sebanyak 9 Pos, 1 Pos Pelayanan dan 33 Pos Pantau yang tersebar di Wilayah Hukum Polres Sukabumi Kota dengan diisi petugas gabungan yang akan bertugas mengamankan jalur mudik/balik serta mengurai kemacetan lalu lintas secara cepat. ( HM-B20 )



Jumat, 12 Agustus 2011

Tawuran lagi-tawuran lagi,17 pelajar diamankan

SUKABUMI KOTA (12/11) – Sungguh Memalukan !!! Tawuran antarpelajar sekolah menengah kejuruan di Kota Sukabumi kembali terjadi. Kali ini melibatkan puluhan pelajar SMK Pasundan dan SMK AMS di Lapangan Merdeka, Jln. Perintis Kemderdekaan, Kota Sukabumi, Kamis (11/8) siang kemaren. Beruntung aparat Kepolisian segera bertindak sehingga aksi kali ini tidak sampai merenggut korban jiwa.

Aksi tawuran yang terjadi pukul 12.30 WIB. Para pelajar yang berseteru saling serang dengan batu dan benda keras lainnya serta sejumlah senjata tajam.

Sebelum meluas, kedua pihak yang terlibat tawuran dilerai petugas. Sedikitnya 17 pelajar digelandang ke Mapolresta Sukabumi. Petugas juga mengamankan senjata tajam, di antaranya rantai dan roda gir. Hingga kemarin sore, mereka masih didata petugas Polresta Sukabumi. Polisi mengundang para guru dan orangtua para pelajar tersebut guna pembinaan terhadap pelajar yang nakal ini.

Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Sumarta Setiaji SH, MH mengatakan, pihaknya terpaksa menangkap para pelaku tawuran karena aksi dikhawatirkan meluas. "Dalam tawuran ini selain mengamankan belasan pelajar, kami juga mengamankan sajam yang diduga dipakai tawuran sebagai barang bukti," katanya.

Guna mencegah meluasnya aksi tawuran, pihak Kepolisian secara intensif akan menyisir pelajar di beberapa tempat yang menjadi tempat berkumpul mereka. Di antaranya Sekitar Degung, ruas Jln. K.H. Ahmad Sanusi, Lapangan Merdeka di Jln. Perintis Kemerdekaan, dan sejumlah titik lainnya.

"Yang pasti setiap saat kita akan melakukan patroli di beberapa lokasi yang rawan tawuran antarpelajar di Kota Sukabumi," tukasnya ( HM- B.20)



Rabu, 10 Agustus 2011

Polisi Gerebek Dua Pabrik Tuak di Kota Sukabumi

SUKABUMI KOTA - Jajaran Kepolisian Resor Sukabumi Kota, Selasa (9/8) siang kemaren berhasil menemukan dua buah pabrik tuak di Kampung Santiong, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembur Situ, Kota Sukabumi, kedua pabrik tuak tersebut digerebek aparat Kepolisian dan Ribuan liter tuak hasil produksi kedua pabrik disita petugas.
Seluruh minuman yang memabukan seterusnya dimusnahkan agar tidak dikonsumsi warga lainnya. Selain memusnahan minuman memabukan di lokasi kedua pabrik itu. Petugas juga menyita seluruh peralatan produksi pengolahan tuak.
Dengan menggunakan sebuah kendaraan roda empat, seluruh barang pengolahan kini diamankan petugas ke Mapolres Sukabumi Kota sebagai barang bukti (BB).
“ Ribaun liter minuman memabukan berhasil disita di dua pabrik berbeda. Seluruh minuman telah kami musnahkan tidak jauh dari lokasi pabrik,” kata Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar (AKBP), Anwar, S.iK, M.Si didamping Kabag Ops Kompol Sumarta Setiadi SH., MH. ( MH-B.20 )
TIM OPS SIMPATIK PIMPINAN KABAG OPS KOMPOL SUMARTA SETIADI SH, MH

UNSUR MUI DAN PERS DILIBATKAN DALAM KEGIATAN OPERASI SIMPATIK

DERETAN JERIGEN BERISI TUAK SIAP EDAR DISITA PETUGAS



Selasa, 09 Agustus 2011

Hotel Melati Dirazia, 7 Pasangan Selingkuh Ditangkap

SUKABUMI KOTA – Operasi penyakit masyarakat di Kota Sukabumi terus dilakukan. Senin malam (8/8) puluhan petugas Polres Sukabumi Kota dipimpin Kabag Ops Kompol Sumarta Setiadi SH, MH berhasil menangkap 7 pasangan yang diduga sedang dan atau akan selingkuhan di hotel kelas melati di kota Sukabumi.
Ke 7 pasangan selingkuh yang ditangkap di kamar hotel langsung digiring ke Polres Sukabumi Kota untuk diperiksa dan diberikan pembinaan agar tidak berbuat maksiat apalagi saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. “Mereka ditangkap sedang berduaan di kamar hotel. ada di dalam kamar, anda sendiri bisa menduga sedang melakukan apa mereka?,” kata Kompol Sumarta.
Dia menyebutkan, ke-7 pasangan yang ditangkap berada di hotel melati masing-masing di daerah Kota Sukabumi, operasi ini dilakukan tiada lain untuk melakukan penertiban apalagi saat ini bulan Ramadhan yang harus kita hormati. ” Kami berharap umat Islam bisa menjalani ibadah puasa dengan khusu tanpa ada gangguan dalam bentuk kemaksiatan,” ujar Sumarta.
Operasi dadakan yang dilakukan Polres Sukabumi Kota hingga Selasa dini hari sekira pukul 02.00. petugas juga melakukan penyisiran ke tempat hiburan Bilyard dan didapati di Jalan Selabintana diperintahkan agar tutup. “Operasi ini akan terus digelar menyusul banyaknya laporan sejumlah hotel melati yang sering dijadikan ajang pasangan berselingkuh bertemu di setiap malam. Ada laporan atau tidak, kami harus dilakukan penertiban,’ ungkapnya. (HM-B-20)



Senin, 08 Agustus 2011

Polisi Tangkap Empat Pengedar Ganja

SUKABUMI-KOTA (8/8) – Jajaran Sat Narkoba Polres Sukabumi Kota untuk kesekian kalinya kembali menangkap empat orang tersangka pengedar ganja. "Barang Buktinya puluhan paket daun ganja kering," kata Kepala Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota AKP Kuslin b. Burhadi Senen (8/8) siang di kantornya.

Keempat tersangka itu masing-masing AC alias Datuk (26) warga Kecamatan Baros Kota Sukabumi dan DY (23), WG als UWAK (21) serta YR alias ATO (34) warga Datarnangka Kecamatan Sagaranten Kab. Sukabumi. ditangkap pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 12.00 WIB di daerah Cikundul Kecamatan Lembursitu . Para tersangka terpaksa mendekam di Rutan Polres Sukabumi Kota dan dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) dan atau pasal 132 ayat (1) jo. Pasal 114 ayat (1) UURI No. 35 tahun 2009 jelas Kuslin. ( H.M – B.20)


Sabtu, 06 Agustus 2011

Truck Tronton Terguling, Sopir Tewas

SUKABUMI KOTA - Sebuah Kendaraan Truck tronton pengangkut pasir beton terguling di betulan Jalan Raya Pasekon Desa Margaluyu kec. Sukalarang, Kab. Sukabumi, Kamis (4/8) malam kemarin. Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) itu menyebabkan sopir truck, Slamet (30), warga Ciabadak Kab. Sukabumi, tewas seketika di lokasi kejadian. Saat dievakuasi oleh petugas, tubuh korban tergencet bodi truck bernomor Polisi D-8395-RI.

Diperoleh keterangan, laka lantas yang menewaskan sopir truck itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu truck yang sarat muatan pasir tiba-tiba oleng out of control kemudian terguling terjerembab di kolam ikan pada ruas Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Akibatnya, sopir truck yang tak sempat menyelamatkan dirikarena tergencet bodi kendaraan hingga tewas di tempat kejadian.

Musibah ini tidak hanya menewaskan pengemudi truk, tetapi juga melukai kernetnya, Heri. Tubuh korban juga tergencet bodi kendaraan. Hingga kemarin siang, kondisi korban masih kritis dan memperoleh penanganan intensif petugas medis RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota AKP Asep Saepudin S.Pd, MH, ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya laka lantas yang menyebabkan seorang korban tewas tergencat bodi truck. "Kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan dan diduga akibat truck bermuatan pasir beton puluhan ton sehingga mengalami gangguan pada mekanik remnya," katanya.
Gambar Bagian Bak Truck yang terguling di kolam ikan.

Gambar Bagian Kabin Truck / tempat sopir terjepit

Kamis, 04 Agustus 2011

Pelatihan Penanganan kecelakaan lalu lintas

SUKABUMI-KOTA - Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan jumlah kendaraan bermotor yang beredar pada kalangan masyarakat serta kurangnya kesadaran dalam hal keamanan, ketertiban, kelancaran dan keselamatan berlalu lintas para pengemudi dalam perilakunya menggunakan kendaraan yang tidak diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana jalan yang memadai, sehingga mengakibatkan seringkali terjadi kemacetan dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat di bidang tugas penanganan kecelakaan lalu lintas maka dibutuhkan sosok petugas Polri yang terampil, cekatan, cermat dan teliti serta tetap tegas dalam melakukan segala tindakan kepolisian khususunya dalam hal Penanganan / Pengolahan Tempat Kejadian Perkara Laka Lantas (Olah TKP) dan TPTKP Laka Lantas
Sehingga dengan pertimbangan hal tersebut diatas, Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota Kamis ( 4/8 ) telah melaksanakan pelatihan teori maupun praktek Penanganan kasus Kecelakaan Lalu Lintas, Olah TKP dan TP TKP Laka Lantas terhadap Anggota Unit Lantas dan awak kendaraan Quick Respons di 15 Polsek jajaran Polres Sukabumi Kota.
Dalam kegiatan pelatihan Penanganan kasus Kecelakaan Lalu Lintas, Olah TKP dan TPTKP yang dibuka oleh Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota AKP Asep Saepudin, S.Pd., M.H, Disampaikan oleh beliau bahwa dalam setiap tindakan kepolisian yang dilakukan oleh anggota Polri hendaknya dikerjakan dengan professional, prosedural dan proporsional serta Humanis. " Sebagai petugas Polisi Lalu lintas yang profesional, maka dalam hal penyidikan dan pelaksanaan upaya - upaya penegakkan hukum di bidang laka lantas, kita harus mempunyai semboyan dan berpedoman pada sifat - sifat transparan, akuntabel serta selalu menjunjung tinggi supremasi hukum dan HAM " jelas Kasat Lantas.
Beberapa materi yang disampaikan oleh Kanit Laka Lantas Iptu Bambang Kristiono dan instruktur dari Unit Laka Lantas Polres Sukabumi Kota. mencakup beberapa hal, antara lain Pertolongan pertama pada korban Laka, pengamanan TKP laka, Tata Cara Mencari & mengamankan BB Laka serta Penentuan TSK dan saksi kasus laka lantas. (H. Mrf-B.20)

Latihan Teori Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas



Latihan Olah TKP dan TP TKP Kecelakaan Lalu Lintas

Pohon Pisang di tengah Jalan ?

SUKABUMI KOTA – Aya-aya wae, warga didesa Babakan Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kembali punya kreativitas menanam beberapa pohon pisang di ruas Jalan Veteran yang rusak, Rabu (3/8) kemaren..
Aksi nyeleneh yang dilakukan dijalan yang berdekatan dengan kediaman Bupati Sukabumi, Sukmawijaya itu merupakan klimaks kekecewaan mereka. Padahal, pada pertengahan Juni lalu, Sukma berjanji pada akhir Juli, jalan yang rusak akan mulai diperbaiki.
Dadang, salah seorang warga mengatakan warga sangat kesal lantaran sudah dijanjikan oleh bupati pada akhir Juli ruas jalan Mangkalaya-Cisaat ini akan mulai diperbaiki. Kenyataannya, hingga memasuki awal Agustus janji bupati mereka, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki..
“Penanaman pohon pisang ini akan terus dilakukan sampai tuntutan warga yakni jalan segara diperbaiki. Aksi ini juga menagih janji orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi, kebetulan jalan rusak ini melintasi depan rumahnya,” keluhnya.
Sementara warga lainnya mengaku, akibat dibiarkannya kerusakan jalan sangat membahayakan keselamatan dan kesehatan serta berpotensi terjadinya kecelakaan lalu-lintas, Pasalnya, selain aspalnya mengelupas, jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut banyak lubangnya dan berdebu apalagi kalau turun hujan persis layaknya kubangan kerbau.
“Jalan rusak juga mempercepat kerusakan kendaraan kita. Kita minta agar jalan ini segera diperbaiki. Sampai saat ini belum ada tindakan apapun dari pemerintah,” terang pengojek, Ahmad.
Kebanyakan warga menuding, kerusakan jalan tersebut akibat aktivitas penggalian tanah liat di sekitar perkampungan warga. Namun, sebenarnya penggalian itu telah dicabut izinnya oleh bupati pada bulan Juli. Kenyataanya dari pantauan warga perusahaan tersebut masih tetap beroperasi.
“Kita juga minta, agar pemerintah bertindak tegas agar kedua perusahaan galian tanah liat di sini diawasi. Kendati izinnya sudah dicabut namun tetap beroperasi,” pinta warga lainnya.
Sebelumnya, aksi serupa juga pernah dilakukan oleh warga Kampung Citengkor RT 19/05, Desa/Kecamatan Cisaat. Malah, saat itu mereka memasang plang bertuliskan “hampir tiap hari terjadi kecelakaan, kapan jalan diperbaiki?” lantas kapan pohon pisangnya berbuah? mudah-mudahan secepatnya buat lebaran.

Rabu, 03 Agustus 2011

Ratusan Kg Bahan baku Petasan Disita



Sukabumi Kota (3/8) – Ratusan bahan baku petasan yang dikemas dalam 18 karung diangkut dengan kend Mits Pick Up berhasil disita jajaran Polres Kota dari tangan DM (40) warga Kebonpedes Kabupaten Sukabumi Senin (1/8) kemarin.

Petugas yang mengintai peredaran Petasan mencurigai kend Colt Pick Up Mist. SS dan setelah diperiksa ternyata mengangkut bahan baku petasan 400 kg potasium, 125 kg belerang dan 25 kg Brom. Barang-barang tersebut diduga bakal diracik oleh pelaku menjadi petasan yang kemudian dijual. Kini pelaku DM dan seluruh bahan petasan tersebut diamankan di Polres Sukabumi Kota untuk dijadikan barang bukti (BB).

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP E. Kuswaha menjelaskan, pelaku akan dijerat dengan pasal 1 ayat I Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara. Pasalnya, perbuatan pelaku juga mengancam keselamatan orang lain dan diri sendiri, sehingga patut dikenakan sangsi hukum.

"Jika bahan baku petasan dengan jumlah banyak itu meledak, maka akan menghancurkan benda yang ada di sekitarnya," tegasnya.